Dalam beberapa bulan mendatang, Surabaya akan dipenuhi dengan berbagai konser dan festival musik.
Pesta Suka Cita akan mengawali gelombang hiburan ini pada tanggal 24-25 April 2024 di Atlantis Land Surabaya, diikuti oleh Sound of Downtown Vol. 6 pada tanggal 3-4 Agustus 2024 di Bumi Marinir Karang Pilang. Tidak ketinggalan, Ekspectanica 2024 yang akan berlangsung pada tanggal 31 Agustus hingga 1 September di lokasi yang sama, dan De Poppin Rhythm “MANTRAPOLIS” pada tanggal 5-6 Oktober, yang masih menyimpan misteri lokasinya.
Menanggapi fenomena ini, Aditya Ramadhan (28) dari tim kreatif media Elcamp menyatakan kegembiraannya, “Kami sebagai media musik dan event di Surabaya ngasih respon positif banget soal banyaknya konser yang bakal digelar di kota ini. Lebih banyak konser, lebih asyik lah buat kita, kan?” ujarnya saat ditemui di markas Elcamp (01/03).
Pria berkacamata itu juga menjelaskan tujuan diadakannya konser ini ada berbagai macam, Pertama, untuk menunjukan langsung bakat para musisi ke fans-fans setia. Lalu untuk membangun kedekatan dengan para penggemar, juga untuk mengeluarkan karya baru mereka. Kedua, dari sisi penyelenggara, bertujuan untuk menjadi platform bagi musisi-musisi lokal untuk naik ke level yang lebih tinggi.
Untuk menarik minat Generasi Z, strategi yang diterapkan media Elcamp cukup unik. Tidak hanya standby di website saja, Elcamp juga akan membuat konten kreatif dan memberi promo menarik di media sosial. Dengan berbagai upaya promosi yang dilakukan, mulai dari giveaway hingga kolaborasi dengan influencer lokal, Surabaya siap menjadi pusat perhatian bagi pecinta musik, khususnya Generasi Z yang selalu mencari pengalaman baru dan berbeda dalam setiap konser.
Generasi Z, yang dikenal dengan kecintaannya pada musik dan hiburan, tampaknya sangat antusias dengan adanya trend ini. Tiara, salah satu penikmat konser asal Sidoarjo, mengungkapkan bahwa ia telah menghadiri konser sebanyak lima kali dalam setahun terakhir. Baginya, konser bukan hanya tentang musik, tetapi juga tentang persiapan yang menyenangkan, mulai dari memastikan barang bawaan hingga menyiapkan budget yang cukup, yang bagi Tiara berkisar minimal 300 ribu rupiah.
Kevin, penikmar konser lainnya, menggambarkan konser sebagai pengalaman yang berkesan, terutama saat menonton band favoritnya, Efek Rumah Kaca. Bagi Kevin, konser adalah cara untuk terhubung dengan masyarakat dan merasakan keadaan sosial melalui musik yang dibawakan.
Trend konser dan festival musik di Surabaya ini tidak hanya menunjukkan kecintaan generasi muda terhadap musik, tetapi juga refleksi dari dinamika kota yang terus bergerak maju. Dengan adanya event-event ini, Surabaya semakin menegaskan posisinya sebagai salah satu kota musik terdepan di Indonesia.
Catatan: Informasi mengenai venue untuk De Poppin Rhythm “MANTRAPOLIS” akan diumumkan lebih lanjut. Pastikan untuk terus mengikuti perkembangan berita agar tidak ketinggalan informasi terbaru mengenai konser dan festival musik di Surabaya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar